Catatan Seorang Ayah ASI (Part 2)

Hari pertama kami dirumah, alhamdulillah masih didampingi mama mertua ( terima kasih banyak mama dan papa di jakarta yang telah menyediakan waktunya untuk kami ).

Terima kasih Mama atas pengorbanannya untuk kami. (sumber:dokumentasi pribadi)
Kami mulai belajar mengamati frekuensi kencing dan BAB baby Fadhlan agar kami yakin kesesuaian frekuensi dan konsistensi dengan teori. Bahkan kami membuat daftar tabel frekuensi pipis dan pup-nya baby Fadhlan. 

Tabel Frekuensi Pipis dan Pup baby Fadhlan. (sumber: dokumentasi pribadi)
Hari demi hari berjalan, tantangan satu demi satu mulai berdatangan. Tiap hari dan malam, Fadhlan agak sering terbangun dan menangis. Suatu pertanda, tapi kami belum menangkap tanda apakah itu. Yang pasti se-pengetahuan kami, seorang bayi mengungkapkan keinginan dan keluhannya dengan TANGISAN (baca sumber ini : Parenting)...sebuah bahasa yang hanya dapat dibaca dengan hati dan naluri kita manusia sebagai orang tua...(kita skip dulu sejenak)

Tantangan dimulai sejak mamah pulang kembali ke jakarta. Kami harus menyewa jasa bidan kurang lebih hingga 7 hari...namanya mba Dela. Setiap pagi dia datang ke rumah kami untuk memberi contoh bagaimana memandikan bayi yang baik dan benar...hehehe, sekaligus mendorong keberanian kami berdua :D Saya bersyukur profesi saya sebagai dosen, sedikit memberi ruang gerak untuk bisa nimbrung (bahasa jawa dari bergabung) bersama istri belajar mandikan Fadhlan...Alhamdulillah tantangan ini perlahan kami bisa lewati...

Istriku, mamanya Fadhlan dengan hati-hati mengusap kening Fadhlan. (sumber:dokumentasi pribadi)

Tepat 7 hari Fadhlan dirumah, kami melakukan Aqiqah yang disunahkan tepat 7 hari usai kelahiran. Kami melakukan aqiqah di Semarang dan Jakarta. Terima kasih mama papa di Jakarta yang telah bersedia mengelola kegiatan aqiqah terutama untuk saudara-saudara dan kerabat dekat... Terima kasih kepada bapak ibu di Semarang yang juga membantu dalam pendistribusian aqiqah...

Sertifikat Aqiqah Fadhlan Hanif Abdullah. (sumber:dokumentasi pribadi)

Tantangan selanjutnya yaitu puput tali pusar. Sepulang dari rumah sakit, keadaan tali pusar Fadhlan masih dibalut kasa. Setelah kami berkonsultasi dengan dr.Adhi Nur Adityo,SpA ternyata update terbaru seharusnya tidak perlu dibalut kasa, karena justru dengan membiarkan bekas potongan tali pusar terbuka dapat mempercepat pengeringan, sehingga mempercepat puput. Ya karena kami juga agak terlambat dalam berkomunikasi dengan dr.Acil (panggilan dr.Adhi Nur Adityo SpA) puput tali pusarnya mas Fadhlan agak lama dan kami harus ekstra effort untuk membersihkan bekas puput yang masih basah...sekali lagi alhamdulillah kami berhasil melewati masa-masa ini...
puput tali pusar yang masih "basah". (sumber:dokumentasi pribadi)
Kembali ke topik TANGISAN...Jenuh? ya sepertinya itu kerap mengiringi langkahku dalam mendampingi istriku dan baby Fadhlan dalam mensukseskan ASI Eksklusif. Saya mulai kembali dengan rutinitas pekerjaan yang juga menyita perhatianku sebagai seorang ayah. Aku mulai sering tidur didepan laptop, bukannya disamping istriku yang setiap saat membutuhkan dukungan moral dalam menyusui. Ketika Fadhlan menangis dan aku harus terbangun, terkadang aku merasa jengkel.."kenapa si tidak bisa menyusui lalu tidur tenang?!"...di sisi lain memang sebagai seorang ibu anakku, istriku merasa motivasinya bertahan kuat saat aku sebagai ayah dan suami selalu ada di dekatnya...
Ternyata tanpa kusadari, rasa jengkel, jenuh, dan merasa terusik dengan kehadiran bayi itu membuat naluriku dan intuisi hatiku terhadap TANGISAN menjadi tidak tajam...Sehingga aku tidak bisa peka terhadap apa sebetulnya yang baby Fadhlan sedang rasakan...mengapa dia sering menangis? mengapa dia "tampak"nya sudah tertidur namun sering bangun dan menangis?...Ya Allah, ampuni hamba-Mu yang khilaf ini...hingga suatu saat momentumnya adalah saat Fadhlan berumur 1 bulan dan kontrol ke dokter spesialis anak senior. Selepas mama mertua pulang ke jakarta, alhamdulillah ibundaku selalu berusaha menyediakan waktu disela-sela kesibukannya untuk mendampingi kami setiap malam. Dan pada kesempatan kali ini beliau menemani kami kontrol mas Fadhlan...
Ibundaku yang mendampingi kami. (sumber:dokumentasi pribadi)
Surprised!!!...setelah ditimbang, Berat Badan Fadhlan hanya 4Kg (itu artinya hanya naik 400 gram sejak Berat Badan saat keluar rumah sakit 3,6Kg)...padahal setau kami, secara teoritis, pada saat bayi berusia 1 bulan, kenaikan Berat Badannya pada rentang 800 gram hingga 1000 gram. Jelas kenaikan Berat Badan Fadhlan jauh dibawah yang seharusnya...Kami shock berattt!!!...itu pukulan yang luar biasa buat kami, terutama istri saya yang selalu berjuang dan berkeyakinan penuh mampu menyelesaikan tugas mulai memberikan ASI Eksklusif...pengorbanannya tidaklah sedikit, dia rela tidak bekerja dan membuka praktek pribadi demi tugas mulia tersebut...
Waktu terus berjalan, dan kami harus segera bertindak agar menemukan permasalahan kenapa baby Fadhlan hanya naik 400 gram??...sebuah konsolidasi bersama kami sebagai suami-istri sekaligus ayah-ibu, kami mengundang konselor ASI dari AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) korwil Jateng untuk memberikan konsultasi...Kalau saya tidak salah hari, tepatnya hari Sabtu si konselor ASI (pada waktu itu yang datang Bu Dhani/Ketua AIMI Jateng)..Pertama yang diobservasi oleh bu Dhani adalah aspek perlekatan bayi ke ibu saat menyusu..terdapat 3 tanda perlekatan menyusui yang benar : hidung bayi hampir menyentuh payudara ibu, kedua bibir terdorong terlipat keluar, bagian areola ibu masuk ke dalam mulut bayi (bukan putingnya)...hasil observasi menunjukkan perlekatan baby Fadhlan ke ibunya saat menyusui sudah benar...Selanjutnya diobservasi ASI-nya, dan hasilnya ASI keluar sudah baik...hingga bu Dhani menyebut sebuah istilah yang mengejutkan...apakah kemungkinan Fadhlan tongue tie??...yesss!!! mungkin saja tongue tie...sebuah istilah yang dapat diartikan lidah pendek..namun sebenarnya bukan karena ukuran lidahnya yang benar-benar pendek, tetapi lebih untuk menggambarkan gangguan frenulum (jaringan ikat yang menghubungkan dasar lidah dengan ujung lidah bagian bawah)...bu Dhani menyarankan kami untuk konsultasi ke dokter spesialis anak yang juga konselor ASI di Semarang...pilihan kami jatuh kepada dr.Yetty SpA(K)...
Syukur alhamdulillah..hasil pemeriksaan beliau benar menunjukkan bahwa Fadhlan mengalami tongue tie tipe posterior...dan bedah minor merupakan satu-satunya jalan menyelesaikan masalah itu...Seketika itu juga dilakukan tindakan...masih teringat jelas bagaimana "penyobekan jaringan ikat" dilakukan di ruang pemeriksaan...minim obat bius, dan saya memegang kaki Fadhlan agar dia tidak banyak bergerak...lagi...TANGISAN Fadhlan menyayat hatiku sebagai seorang ayah...usai "penyobekan" langsung dilakukan relaktasi sehingga Fadhlan langsung tenang dalam keadaan menyusui di pelukan ibunya....Salah satu moment luar biasa dalam hidupku (lagi)...fiuhhh....
Setelah bedah minor itu, relaktasi, setiap pagi setidaknya selama 6 hari berturut-turut setiap pagi aku dengan handscoon harus mengusap bekas sobekan dibawah lidah Fadhlan agar memastikan kering dan tidak terjadi perlekatan (karena jaringan bayi mudah melekat)...Alhamdulillah, peristiwa ini dapat kami lalui dengan baik..dan baby Fadhlan kembali menyusui dengan jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya dan jauh lebih nyenyak bobo-nya heheheh :D dan pastinya Berat Badannya naiiiikkkkk terussss...catch up growth dua pita sesuai potensi pertumbuhannyaa!!! (again I am proud of you mom dr.Fauzia Ramadhaniyanti)...to be continued...

Fadhlan cute baby and his Mother...Breastfeeding Mother. (sumber:dokumentasi pribadi)

  

Komentar

  1. Ahhhh ak jg jd pengen nulis blog lagii yah (wekkk dr kmrn ngomong doang ga ad aksinya) better late than never.. Tunggu tanggal mainnya ya yah hihihi btw im proud of you too dear lovely baba.. I cant make it without you.. Jalan masi panjang, smg Allah berkenan mengabulkan mimpi2 dan cita2 kita satu persatu sesuai hitunganNya aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiin ya rabbal alamin..semoga Allah SWT memperkanankan kita meraih impian satu demi satu..:) makasih ya mam ud baca blog ayah..selamat menulis kembali ya mam..seru kan ayah ibu menulis blog :p

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antioksidan untuk Prediabetes

Perkembangan Gizi di Indonesia

Makanan Pendamping ASI 6 - 24 Bulan